Home / News

Senin, 7 November 2022 - 09:42 WIB

Sosok Hasan Tiro Sulit Dicari Penggantinya di Aceh

Foto: Kegiatan diskusi KDI di Gerobak Arabika Lamnyong/Dok. Ikhsan drp.

GUBRIS COM, BANDA ACEH – Mantan Sekretaris Juru Bicara Partai Aceh, Murdani Abdullah, mengatakan bahwa Hasan Tiro merupakan tokoh besar yang sulit dicari penggantinya di Aceh. Sosok ini memiliki pengaruh besar di Aceh meski yang bersangkutan telah lama meninggal.

Hal ini disampaikan Murdani yang hadir sebagai pemateri dalam Komunitas Diskusi Ilmiah (KDI) di Gerobak Café, Lamnyong, Sabtu 5 November 2022.

“Hasan Tiro melanjutkan perjuangan Daud Bereueh dengan konsep yang sedikit berbeda,” ujar penulis buku Sang Kombatan ini di depan yang hadir.

Yang menjadi catatan, kata Murdani, beberapa bulan sebelum deklarasi Aceh Merdeka di Gunong Halimun, Kabupaten Pidie pada 4 Desember 1976, Hasan Tiro sebenarnya telah telah berada di Aceh, tepatnya antara Peudada Bireuen dengan Linge Kabupaten Aceh Tengah.

Baca Juga  Partai Mahasiswa Indonesia Mengkhianati Perjuangan Mahasiswa

“Di sini, Hasan Tiro bertemu dengan tokoh-tokoh DI/TII yang merupakan orang-orang kepercayaan Daud Beureueh. Mereka adalah Camat Derih dan Teungku Akop di Peudada serta Teungku Ilyas Leubee di Linge. Dari pertemuan dengan orang-orang inilah berlanjut dengan deklarasi besar di Halimun,” ujar Murdani.

“Semua gerakan besar dimulai dari diskusi kecil,” katanya lagi.

Seusai deklarasi gunung halimun dan Hasan Tiro keluar dari Aceh, kata Murdani, sosok itu masih mengirim orang-orangnya untuk menyebarkan ideologi dari satu tempat ke tempat lainnya di Aceh.

“Dari diskusi kecil kemudian menyebar ke seluruh Aceh dan puncaknya adalah pada tahun 1999.”

Baca Juga  FPRA Meminta KPK Usut Tuntas Kasus Korupsi Di Aceh

“Kalau ditanya, apakah gerakan ini kini sudah selesai? Saya tidak bisa menjawabnya. Karena setiap zaman ada orangnya. Setidaknya sejarah Aceh berbicara demikian. Tapi satu hal yang pasti, cara pemerintah menangani Aceh merupakan jawaban terhadap pertanyaan itu sendiri. Satu tumbuhan yang dipatahkan puncuknya justru akan melebar ke samping,” katanya lagi.

Diskusi ini berlangsung menarik dan banyak pertanyaan-pertanyaan seputar kondisi Aceh di masa konflik.

Diskusi KDI ini menghadirkan peserta dari berbagai lintas organisasi dan para aktivis mahasiswa. Diskusi ini digagas oleh HMI Komisariat FKIP dan JIMI.

Penyelenggara mengundang pemateri dari lintas profesi dan organisasi.[rls]

Editor: Redaksi gubris.com

Share :

Baca Juga

News

Bang Pudin Yang Sempat Viral Beberapa Hari Lalu Hari Ini Menghembuskan Nafas Terakhir

News

Ketua BEM FISIP USK: UUPA Antara Tertidur Atau Mati Suri?

News

Berbagi Berkah Di Bulan Ramadhan, Pemuda Drien Rampak Santuni Anak Yatim

News

Tahun 2022 Batas Akhir Pemerintah Aceh Pakai Tenaga Kontrak

News

Asrama Mahasiswa Rusak Akibat Cuaca Ekstrim, IPMAT Minta Pemda Agara Segera Ambil Tindakan

News

Sahabat Berbagi Serahkan Donasi Untuk Palestina Melalui ACT Aceh

News

Elon Musk Ingin Buat Bahtera Nuh Di Mars, Ilmuan: Dia Bukan Nabi

News

BPPA dan FPRA Salurkan Bantuan Tunai Gempa Cianjur