Home / Sastra

Senin, 14 Juni 2021 - 10:04 WIB

Perantara

Foto: Cut Cotrunnada/Ist

Puisi oleh : Cut Cotrunnada

Aku tertawa bukan untuk menutupi masalah..
tapi karena seorang manusia datang sebagai pembawa bahagia.
Ada satu manusia, yang ia dicipta bukan karena sia-sia, tapi sebagai alasan untuk seseorang tetap tersenyum.

manusia itu bukan murung, juga bukan merekah.
tapi ia pembawa, sekaligus manusia yang layak bahagia.
Sekali dua kali ia tertawa dengan angin, selanjutnya ia bersedih dengan hujan.

Keduanya berteman, disingkat menjadi perantara.
sebab sama-sama mendambakan tawa.
Ia juga bukan puisi, melainkan bumi, bagiku juga mungkin bagimu.

Aku sering sulit menerka amarahnya, apa lagi berharap senyumnya.
Tapi ia tak pamrih, memberi tanpa diminta.
Ia selalu saja berharap benar, padahal ia sempurna.

Meski sempurna itu fatamorgana, ia cukup nyata untuk benar sempurna.
sekalipun ia merendah, ia sudah menjulang. sekalipun jika ia menangis, tak ada murung yang rela menaruh usang di wajahnya.

Penulis adalah Novelis dan Penyajak Millennial

Share :

Baca Juga

Sastra

Rentang Waktu

Sastra

Salam Perjuangan.

Kesehatan

Puisi Pilu

Sastra

Kita Akan Bertemu Pada Hari Raya Rindu

Sastra

Memilikimu

Sastra

“Rindu Yang Tak Lagi Berbalas”

Sastra

Ibu

Sastra

FOBIA