Home / Wisata

Minggu, 20 Juni 2021 - 23:28 WIB

Makanan Khas Suku Kluet Yang Menggungah Terhadap Selera Dan Hampir Hilang Di Telan Zaman

Para peserta pelatihan di Panteue

Para peserta pelatihan di Panteue

Foto: Sarmani/Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Teuku Umar

Seperti kita ketahui Kluet adalah sebuah suku yang mendalami beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan, yaitu Kecamatan Kluet Utara, Kecamatan Kluet Selatan. Kecamatan Kluet Tengah dan Kecamatan Kluet Timur.

Tetapi etnis yang berada di empat kecamatan tersebut dengan penutur bahasa asli di pedalaman di Aceh Selatan itu sekitar 60.000-80.000 jiwa, memiliki banyak jenis makanan khas yang belum tentu di temukan di pergaulan etnis lainnya.

Khususnya bagi di pedalaman Kluet sendiri yaitu suatu daerah yang terpencil di kawasan tersebut yaitu Lawe Sawah (kini sudah di mekarkan lagi menjadi desa Lawe Icing Manok), memiliki makanan yang khas yaitu makanan Kerabu, Majun, dan Rabee.

Kini, makanan khas itu pun mulai jadi langka, kecuali makanan Kerabu sendiri terdiri dari atas daging kerbau atau daging sapi dan di bumbui dengan bawang, minyak kelapa, cabai dan di tambahi sayur pucuk Paku.

Seiring dengan perkembangan zaman lalu lintas warga menjadi urban karena tuntunan pekerjaan dan perkawinan antara etnis, makanan khas ini menjadi jarang di temukan apa lagi bahan bakunya berupa sayuran Paku dan Pangket mulai langka di jumpai karena lahan dan hutan tempat tumbuhnya menjadi area kebun sawit dan lainnya.

Makanan Lemang yang menggunakan bumbu muda untuk sarana memasaknya, dini sudah langka karena hutan, bumbu sudah mulai musnah di jadikan lahan sawit. Bagi sebagian warga Kluet, makanan Kerabu atau Rabee masih menghiasi hidangan pada waktu hari Meugang.

Padahal, sebelum tahun 1980-an, semua jenis makanan seperti Kerabu dan Rabee menjadi makanan mengtradisi sehingga ada ungkapan tanpa Kerabu dan Rabee tidak usah menjadi orang Kluet. Kini, makanan semua itu sudah semakin langka, bahkan utamanya di tambah bumbu alamiah, sudah sejak lama tidak terlihat lagi.

Menurut pendapat saya, makanan khas Kluet itu harus kita jaga bersama dan kita lestarikan lagi kalau bukan kita sapa lagi, supaya anak cucu kita bisa menikmati juga makanan khas Kluet itu.

 

Penulis: Sarmani

Share :