Home / Opini

Sabtu, 23 Juli 2022 - 21:51 WIB

Anjing Liar

Foto: Ilustrasi anjing dan tuannya/madahetam.com

GUBRIS.COM – “Gung gung” suara anjing berbunyi dipagi ini disekitar rumah seorang mahasiswa di jalan lingkar kampus, kebetulan berdekatan dengan Fakultas Kedokteran Hewan.

“Anjinglah kau ribut kali” celoteh saya ketika anjing liar melewati kontrakan saya.

Tampaknya bunyi gonggongan anjing itu karena sedang mengejar Orang Tidak Dikenal (OTK) lewat.

Seusai anjing menggonggongi OTK tersebut, anjing itu kemudian lanjut mencari makan, saya menyelinap melihatnya dari balik jendela. Kebetulan saya rajin memberikan makan anjing liar di depan kontrakan karena kalau tidak anjing tersebut akan mengobrak abrik tong sampah didepan.

Karena anjing liar itu sering mengobrak abrik sampah maka saya berinisiatif membuat wadah sisa makanan dan meletakkan di depan rumah.

Suatu ketika ada orang yang berniat jahat berniat membobol rumah saya, tapi karena anjing tersebut mencurigai dan mencium bau berbeda maka anjing itu lalu menggonggongi hingga menggigit OTK tersebut sampai OTKnya lari terbirit-birit.

Baca Juga  Ukraina Tempuh Pertemuan Dengan Rusia Terkait Penambahan 100.000 Pasukan di Perbatasan

Semenjak saat itu siapapun yang melewati kontrakan saya pasti digongongi, mungkin anjing tersebut merasa berhutang budi kepada saya sehingga membentengi dari OTK yang agak dia curigai akan berbuat buruk kepada kontrakan saya.

Suatu hari di hari lainnya saya mendapati anjing yang selama ini menjaga kontrakan saya, saya temui berjalan dengan pincang serta ada sedikit luka. Tampaknya dia sangat kelelahan dan kelaparan.

Saya baru ingat kalau kemarinnya saya lupa meletakkan makanan di wadah biasa dia makan. Tapi anehnya dia tidak mengobrak abrik tong sampah didepan, padahal dia kelaparan seharian. Mungkin dia tidak berani karena takut kepada saya meski harus menahan lapar.

Saya menduga duga jikalau sang anjing pincang karena dilempari OTK ketika kemarin saya tidak dikontrakan.

Sorenya saya duduk didepan sembari menyeruput kopi buatan sendiri, tiba-tiba saya terbesit

“mungkinkah kontrakan saya akan tetap aman jika sang otk tersebut bisa berbuat hal yang sama terhadap anjing itu? Jika saja sang otk memberi makan ke anjingnya, bisa-bisa dia malah tunduk sama otk jahat itu”.

Baca Juga  Sakit Hati Menjadikan Kita Berarti

Setelah renungan itu muncul, besoknya saya mulai sangat rajin menyisihkan sisa makanan kedalam wadah makanan sisa agar anjing itu tetap tunduk seakan-akan saya adalah tuannya.
***

Diatas adalah dongeng yang penulis sengaja ciptakan untuk menggambar bahwa anjing yang sebelumnya menjadi masalah mengobrak abrik tong sampah, sehingga sampah yang berada didalam tong berserakan sehingga penulis membuat sebuah wadah makanan sisa dan meletakkan dekat tong sampah agar anjing tersebut dapat menuai manfaat dari makanan sisa tersebut, alhasil kontrakan terjaga berkat penjagaan anjing tersebut.

Kisah diatas menggambarkan kisah kehidupan kita saat ini saat kekritisan harus ditahan karena ada orang yang memiliki jasa dalam kehidupan seseorang sehingga merasa memiliki jasa dalam kehidupan padahal orang kita kenal melakukan kesalahan secara jelas dan nyata.

Penulis: Wira Yaqin Pelas (Rakyat Biasa)

Editor: Redaksi gubris.com

Share :

Baca Juga

Opini

Gas Track, Proker Panas di BEM USK 2022

Opini

Belajar Bersyukur Untuk Tetap Menghargai Kehidupan

Opini

Sakit Hati Menjadikan Kita Berarti

Opini

Pendelegasian Wewenang Secara Penuh Kepada Daerah

Opini

SilaturaHMI

News

2 Tahun Berjalan, Pengurus IMPS Dinilai Gagal Menjalankan Amanah Organisasi

Opini

M. Saleh Adalah Pilihan Cerdas Bagi Tim Kerja Gubernur Aceh

Opini

Pemanfaatan Letak Geografis Secara Strategis Berpotensi Majukan Perekonomian Aceh