Home / News

Jumat, 25 November 2022 - 11:34 WIB

Alumni Australia Bekali Dosen di Aceh Pembelajaran Berbasis Proyek dan Kasus

Foto: Kegiatan training serta workshop berbasis project-based dan case based teaching and learning, pada Kamis (24/11)/Ist.

GUBRIS.COM, BANDA ACEH – Puluhan dosen dari enam universitas di Kota Banda Aceh maupun Kabupaten Aceh Besar mendapatkan training serta workshop berbasis project-based dan case based teaching and learning, pada Kamis (24/11). Pelatihan diberikan secara kontinu hingga Desember 2022.

Ketua Program Training and Workshop on Project-Based and Case-Based Teaching and Learning, Dr. Kismullah, SPd., MApp.Ling didampingi wakilnya, Dwi Juliayana mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan alumni Australia tersebut bertujuan untuk mengembangkan kapasitas dosen di Aceh.

“Dengan pendekatan pengajaran serta pembelajaran berbasis proyek dan kasus,” kata Kismullah, dalam keterangan tertulis, Jumat (25/11).

Kegiatan ini dikatakannya, juga merupakan upaya peningkatan kapasitas tenaga pengajar maupun universitas dalam memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) 7 tentang pembelajaran kolaboratif dan partisipatif.

Dia menyampaikan, Training and Workshop on Project-based and Case-based Teaching and Learning ini didanai oleh Pemerintah Australia melalui Alumni Grant Scheme (AGS) yang diadministrasikan oleh Australia Awards in Indonesia. Tujuan AGS adalah untuk mendukung aplikasi dan berbagi ilmu serta pengalaman yang diperoleh alumni Indonesia selama studi mereka di Australia.

Baca Juga  Sosok Hasan Tiro Sulit Dicari Penggantinya di Aceh

Pria yang juga koordinator Program Studi (Prodi) S1 Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) itu menjelaskan, skema hibah tersebut dimaksudkan untuk memfasilitasi penguatan keterkaitan antara orang Indonesia dan Australia.

“Oleh karena itu, Alumni Australia ingin berpartisipasi dan memberikan kontribusi kepada masyarakat secara lebih luas melalui program AGS tersebut salah satunya dalam bidang pendidikan,” jelasnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) USK, Prof Dr Adlim MSc menyampaikan dukungan dan apresiasi kepada seluruh tim penyelenggara, narasumber serta peserta kegiatan.

“Saya sangat bangga telah melihat penyusunan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Adlim.

Peserta kegiatan acara training dan workshop ini terdiri dari enam universitas, di antaranya Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Muhammadiyah (Unmuha), Universitas Serambi Mekkah (USM), Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG), Universitas Iskandar Muda (Unida), dan Universitas Abulyatama (Unaya).

Baca Juga  Fara Fajrina Pimpin Kohati HMI Cabang Banda Aceh

Secara rinci, 30 peserta itu berasal dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Agama Islam, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Lebih lanjut, jadwal pelaksanaan acara training dan workshop ini dimulai pada 24 November berlanjut 1, 8, hingga 15 Desember 2022 yang dibimbing langsung oleh ketiga narasumber.

Adapun narasumber atau tenaga ahli yang ditargetkan, yaitu Prof Dr Rahmah Johar SPd MPd, Dewi Andayani SPd MPd, dan Nira Erdiana SPd MPd.

Metode pelaksanaan training and workshop ini akan dimulai dengan mengkaji Case-based Learning pada pekan pertama dan kedua. Lalu pekan ketiga serta keempat akan dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Project-based Learning.

Editor: Redaksi gubris.com 

Share :

Baca Juga

News

Menag Minta Masyarakat Tidak Buru-Buru Hakimi Ferdinand Hutahaean

News

FMSAP Adakan Pelatihan Teknik Fotografi Jurnalistik Bagi Pemula

News

Darni M. Daud : Persatuan dan Kesatuan Bangsa Adalah Tanggung Jawab Bersama

News

Fakultas Pertanian Sabet Semua Kategori Anugerah Kerjasama dan HUMAS USK 2021

News

Bang Pudin Yang Sempat Viral Beberapa Hari Lalu Hari Ini Menghembuskan Nafas Terakhir

News

Momentum Bulan Ramadhan, ESA USK Sukses Selenggarakan RaESA 4

News

Michael Tianame Disahihkan Oleh Tim 9 Ketuai Alumni ESA FKIP USK

News

2 Tahun Berjalan, Pengurus IMPS Dinilai Gagal Menjalankan Amanah Organisasi