Home / Opini / Sastra

Sabtu, 1 Mei 2021 - 22:38 WIB

“Jatuh Cinta Berkali-kali”

Foto: Ikhsan Drp/Laut Meulaboh

Alam menyimpan banyak kejutan untuk siapapun yang mencintainya. Alam itu selalu menenangkan. Dengan keindahan alam membuktikan kemaha dahsyatan tuhan sebagai sebaik-baiknya pencipta.

Alam tak pernah mengemis untuk dicintai balik oleh manusia, cinta alam tanpa syarat, cinta alam yang tak kenal harap.

Manusia terkadang lupa bahwa tuhan menciptakan manusia untuk berdampingan dengan alam, melindungi alam dan menjaga alam. Sehingga tuhan murka kepada manusia yang lupa akan fitrahnya.

Baca Juga  Doa Tulus Dibalik Tsunami

Aku tidak bisa mengatakan tidak jatuh cinta ketika mataku menyiasati bentang alam yang indah ini. Bahkan aku jatuh cinta berkali-kali setiap kali aku menyatukan diri dengan alam.

Alam tak pernah membuatku berpaling menuju perendahan dalamnya rasa cinta. Aku jatuhnya dengan yang sama dan dengan waktu yang tak berbatas dengan terus membangun hasrat menyatu tak bersekat.

Baca Juga  Sahabat

Wolfe Gilbert pernah berkata  “Mereka yang menemukan keindahan di seluruh alam akan menemukan diri mereka menyatu dengan rahasia kehidupan itu sendiri”.

Penulis: Ikhsan Drp

Share :

Baca Juga

Sastra

Wanita Setengah Kehidupan

Opini

Genosida di Gaza dan Tipuan Media

Sastra

Rentang Waktu

Opini

Sakit Hati Menjadikan Kita Berarti

Sastra

Laki-Laki Tidak Setia

Opini

Aceh, Perempuan dan Golput

Opini

Aceh, Apa Bisa Dibanggakan?

Sastra

Seharusnya Aku Padamu